Kamis, 13 Oktober 2011

BANGKITLAH NEGERIKU… HARAPAN ITU MASIH ADA! Oleh: Wahyu Andri Setiawan*

Negeri ini seperti kehilangan semangat
Anak muda kehilangan arti masa depan
Bekerja untuk mencari harta, bukan untuk pembangunan dan pengabdian..

Sebuah Negeri bernama Indonesia… negeri yang memiliki kekayaan alam begitu besar dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta orang. Negeri yang merdeka melalui keringat dan cucurn darah para pejuang, tak sedikit jumlah mereka yang merelakan dirinya, berkorban untuk sebuah kata ‘Merdeka!’. Namun tidak kita pungkiri beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mengalami krisis multidimensi. Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan,” Negeri Indonesia adalah negeri yang kaya, namun saat ini menjadi bangsa pengemis di negerinya sendiri, karena tidak adanya karakter pada pemimpin.” Bukan karena kurangnya sumberdaya melainkan tidak adanya SDM yang mampu mengelola.  Pertumbuhan masalah seringkali jauh lebih pesat dibandingkan dengan kecepatan penyelesaian masalah. Ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah, menyebabkan krisis multi dimensi. Krisis multi dimensi; politik, ekonomi, sumber daya, sosial, budaya, moral, kepercayaan, kejujuran, kepemimpinan dan sumberdaya manusia.
Kemajuan sebuah bangsa tergantung dari generasi di dalamnya. Generasi yang baik dapat dilihat dari apa yang dipelajarinya, you are what you learn, karena apa yang dipelajari akan mempengaruhi apa yang dipikirkan, apa yang dipikirkan akan mempengaruhi yang akan diucapkan. Apa yang diucapkan akan mempengaruhi tindakan. Dan tindakan yang terus menerus menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang permanen menjadi karakter. Sehingga dapat dinyatakan sebuah bangsa dapat berkembang atau terpuruk dikarenakan karakter generasinya.
SDM yang memiliki karakter kuat (strong positive character) akan mampu menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi. Kita membutuhkan SDM yang memiliki karakter yang mencerminkan akhlak mulia. Menurut Adhyaksa Dault (2003), bahwa yang dibutuhkan bangsa ini sekarang adalah blue print (cetak biru) ke depan, mau kemana? Blue Print bangsa ini tidak bisa lepas dari akhlak individu yang bermukim di dalamnya. Cobalah hayati nilai yang terkandung dalam lagu “Bangun Pemudi Pemuda”, yaitu: jujur, ikhlas, kerja keras, hati teguh dan lurus, pikir tetap jernih dan bertingkah laku halus.
Jika kebanyakan pemuda Indonesia memiliki karakter tersebut, maka terbentuklah budaya bangsa yang mulia, itulah tanda kebaikan dan kemajuan. Pembentukan karakter dapat dilakukan mulai proses penyadaran, pembinaan dan pelatihan. Dengan perbahan pengetahuan, diharapkan tumbuhnya kesadaran dan tindakan nyata. Dengan tindakan yang menjadi kebiasaan, maka akan membentuk karakter, sebagai modal pembangunan bangsa.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana kapitalisme telah berwujud dalam bentuk kolonialisme peradaban yang sempurna, di mana negeri-negeri jajahan tidak merasa diri mereka sebagai bangsa yang terjajah. Karena yang dijajah bukanlah fisik secara langsung, namun melalui pemikiran, perilaku dan budaya”. (Yusuf Qordhawi)
Tidak ada kata lain selain bergerak sesegera mungkin untuk memulai tugas kebangsaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, maka jadilah manusia yang bisa menjadi pemecah masalah, bukan menjadi sumber masalah bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Semangat… []

*Direktur WTEC Wonosobo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar