Perbaikan suatu negara tidak akan terwujud kecuali dengan perbaikan
individunya. Perbaikan negara tidak hanya
pada satu bidang namun haruslah menyeluruh. Sama halnya dengan bidang pendidikan
yang memiliki peranan penting dalam memperbaiki kualitas individu atau dalam
hal ini adalah pelajar. Perbaikan
pelajar tidak
akan berhasil dengan melalui sebuah hal yang instan, kecuali pendidikan dan
pembinaan yang berkesinambungan. Peran dan tanggung jawab sebagai pelajar yang disiapkan sebagai pencetus perubahan bangsa haruslah menjadi satu ikatan
yang tidak terpisahkan dari setiap aliran darah dan nafas perjalanan bangsa. Menjadi pintu
perekat demi bangkitnya negeri ini untuk lebih bermartabat di masa sekarang dan
masa mendatang. Mengembalikannya kepada kemuliaan sebagai negeri yang besar, berdaulat, dan penuh dengan prestasi. Meliputi harga diri, kehormatan, dan kemerdekaan untuk
bersikap dan memberikan kemakmuran sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat, nusa
dan bangsa.
Pendidikan
karakter yang merupakan grand tema
pendidikan nasional nampaknya masih terlihat mengambang. Karakter seperti apa
yang akan dibentuk dari pendidikan nasional nampaknya masih terasa semu. Ini dibuktikan
dengan lebih dari 12 tahun siswa duduk di bangku sekolah ternyata hasilnya
hanya nilai-nilai yang terpampang dari sebuah buku rapor. Padahal yang negeri
ini butuhkan adalah nilai moral dan pembentukan sikap yang baik dari setiap
mata pelajaran yang diajarkan.
Cita-cita itu akan pupus manakala dari sosok-sosok pelajar Indonesia cenderung untuk menjadi orang-orang yang bersantai saja menikmati
ketidakberdayaan dan hedonisme. Memilih sebagai generasi yang individualis dan tidak mau melihat berbagai macam permasalahan-permasalahan sosial yang ada di Indonesia
terutama di Kabupaten Wonosobo.
Wonosobo Training and Education Center (WTEC) sebagai
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wonosobo yang konsen
dengan pendidikan menyadari akan
hal ini. Untuk memunculkan serta meningkatkan potensi pemuda khususnya pelajar Wonosobo yang
peduli akan lingkungan dan nasib
pelajar, diperlukan sebuah
proses yang berkesinambungan serta sarana prasarana yang optimal, agar bisa
menyediakan agen-agen pembawa perubahan yang handal dan tangguh dalam
menghadapi permasalahan yang cukup kompleks.
Berbagai cara coba dilakukan untuk menunjang semuanya, beberapa di antaranya
dengan memberikan pembinaan dan suplemen-suplemen pengembangan diri serta
peningkatan skill melalui Sekolah Kepemimpinan sebagai upaya untuk
meningkatkan jiwa dan wawasan kepemimpinan sehingga akan dapat menimbulkan
kepedulian terhadap kondisi bangsanya dan siap menjadi leader dalam organisasi.
Selain itu, Prophetic
Leadership Centre (PLC)
harapannya mampu menjadi
salah satu wadah pembinaan pelajar yang akan mengintegrasikan kompetensi pribadi dan
kepribadian bangsa yang di dalamnya akan dibekali dengan wawasan ke-Indonesiaan dan ilmu-ilmu kepemimpinan sehingga mampu
meningkatkan kepemimpinan dan kepeloporan pemuda yang berkarakter. Dan hal ini akan dicoba untuk terus dipantau perkembangannya,
melalui program pengkaryaan organisasi pelajar maupun kegiatan-kegiatan
kepemudaan.
Prophetic Leadership Centre (PLC) telah
berhasil dilaksanakan
Oleh sebab itu kami sebagai LSM yang konsen
terhadap pendidikan berusaha untuk meningkatkan kapasitas karakter pemuda
dengan menggandeng semua pihak dari pemerintah maupun pihak swasta terutama
perusahaan, pengusaha, dan donatur lokal untuk mendukung dan berperan serta
dalam kegiatan ini. Karena kami yakin tanggung jawab ini bukan hanya pemerintah
semata, tapi merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga yang menghuni
negeri kita tercinta.