Menciptakan
Wonosobo yang ASRI melalui Pendidikan Formal dan Program
Berkelanjutan.
Karya
Tulis disusun
Untuk
Memenuhi Tugas Akhir
PLC
(Prophetic Leadership Center)
Tahun
2010-2011
Disusun
oleh:
Nama :
Fadhilah Khairunnisa
NIS : I-PLC-044
Asal sekolah: SMA Negeri 1 Wonosobo
Asal sekolah: SMA Negeri 1 Wonosobo
Pengesahan
Karya
tulis dengan Judul Menciptakan Wonosobo yang ASRI Melalui Pendidikan
Formal dan Program Berkelanjutan telah disahkan pada:
Hari :
Tanggal :
yang
mengesahkan
Kepala Sekolah PLC Penguji
(...............................)
(..............................)
- Nama Program
ASRI Wonosoboku
- Latar Belakang.
Dengan semakin
majunya perkembangan globalisasi, muncul pula berbagai masalah
lingkungan seperti pencemaran, baik pencemaran tanah, pencemaran
udara, pencemaran air maupun pencemaran suara.
Satu masalah
lingkungan terkadang dapat memicu timbulnya masalah yang baru dan
dapat mengancam keselamatan nyawa setiap orang. Pencemaran tanah
misalnya, pencemaran tanah dapat disebabkan oleh limbah dari rumah
tangga, limbah industri dan limbah pertanian. Limbah yang mencemari
tanah dapat berbentuk padat dan cair. Salah satu limbah berbentuk
padat penyebab pencemaran tanah adalah sampah anorganik. Sampah
anorganik seperti plastik menjadi penyebab pencemaran tanah karena
plastik sulit terurai didalam tanah, diperlukan waktu 100 tahun untuk
menguraikannya.
Plastik merupakan
benda yang hampir setiap hari digunakan dan dibuang oleh manusia,
karena sifatnya yang kedap air dan lentur. Penggunaan plastik dalam
jumlah besar menyebabkan limbah padat ini menumpuk. Dibeberapa kota
sampah plastik dimanfaatkan dengan cara mendaur ulang, namun tidak
semua kota memiliki kebijakan yang sama. Penumpukan sampah plastik
yang kemudian tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerugian
seperti berkurangnya kesuburan tanah, penumpukan sampah plastik,
bahkan banjir.
Di Indonesia
penanganan akan masalah lingkungan berjalan lambat sementara
kerusakan yang terjadi semakin banyak dan meluas, hal ini menyebabkan
ketidakseimbangan sehingga masalah lingkungan semakin menumpuk.
Lingkungan
merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari,
keadaan lingkungan dapat mencerminkan kondisi serta perilaku
masyarakat sekitar. Masalah lingkungan yang tidak terselesaikan tidak
hanya berdampak pada lingkungan hidup saja tetapi lama-lama dapat
berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan yang lain.
Masalah lingkungan
merupakan hal yang umum terjadi di tiap daerah. Wonosobo adalah
sebuah kota yang memiliki berbagi masalah lingkungan. Terletak di
daerah pegunungan tidak membuat Wonosobo terhindar dari bencana
banjir, daerah wisata yang memberikan pemasukan tinggi bagi
pendapatan daerah tidak dapat dijaga kelestarian lingkungannya dengan
maksimal, sampah berceceran dijalan setiap hari, hal tersebut
merupakan dampak dari sampah yang tidak dikelola dan ditempatkan
dengan baik. Kondisi yang ada saat ini sangat ironis mengingat dulu
Wonosobo dapat meraih gelar Kota Adipura juga semboyan ASRI yang dulu
gencar diserukan dan menjadi ciri sebuah kota yang bersih dan lestari
lingkungannya.
Seruan dan kegiatan
untuk menertibkan masalah sampah kian meredup, kebijakan yang diambil
kadang hanya bertahan sesaat yang kemudian dibiarkan terbengkalai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi belum dapat
dimbangi dengan aksi untuk mengatasi masalah sampah di Wonosobo.
Usaha yang sudah
dilakukan pemerintah dalam menjaga kebersihan pusat kota sampai saat
ini cukup bagus. Pengerahan petugas DPUK memang menjadikan pusat kota
terlihat bersih, namun tidak bertahan lama dan cakupan areanya
terlalu sempit.
Petugas DPUK saja
tidak cukup untuk menjadikan Wonosobo sebagai kota yang bersih,
diperlukan peran serta masyarakat Wonosobo secara aktif terutama
dalam membuang sampah serta memisahkan antara sampah organik dan
anorganik. Pada akhirnya kembali lagi pada kesadaran masing-masing
individu akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Penanaman
tanggungjawab haruslah dilakukan sejak dini, dengan membiasakan hidup
tertib. Hal ini dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan yaitu
sekolah, karena sekolah merupakan tempat menuntut ilmu juga media
penanaman norma. Di sekolah siswa dapat diawasi dan dituntun dalam
menjalankan sebuah norma. Dengan mengajarkan dan menanamkan supaya
siswa membuang sampah pada tempatnya secara berulang-ulang dan
disiplin, secara otomatis di luar sekolah siswa juga akan berlaku
tertib.
Sekolah merupakan
tempat yang tepat untuk menanamkan tanggung jawab, karena di sekolah
calon masyarakat dicetak, dalam usianya siswa mudah untuk diarahkan
sehingga pengawasan dalam penerapan norma/ tata tertib dapat
dilakukan dengan baik. Dengan demikian sekolah harus bisa menanamkan
pentingnya membuang sampah pada tempatnya secara sungguh-sungguh dan
serius.
Program yang sudah
direncanakan dengan baik tidak selalu bisa bertahan lama, hal ini
terjadi karena kurangnya ketelatenan dalam menjalankan komitmen
program yang semestnya diakukan secara berkelanjutan. Keberlanjutan
suatu program yang bertema perbaikan lingkungan sangatlah penting
karena masalah lingkungan menyangkut masyarakat banyak dan terjaganya
suatu lingkungan tidak dapat ditentukan dalam sekali waktu saja
tetapi setiap waktu, sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan
perkembangan berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu diperlukan
kerjasama dalam melakukan pengawasan dan pantauan secara rutin serta
menciptakan ide yang inovatif antara dinas pemerintah dan organisasi
lingkungan yang tumbuh di Wonosobo untuk menggerakkan masyarakat
Wonosobo supaya mau mendukung program peduli lingkungan yang sudah
ditetapkan.
- Tujuan
- Menjadikan Wonosobo sebagai kota yang lebih bersih;
- Menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan dalam diri setiap orang;
- Mengembalikan predikat ASRI yang sesuai dengan keadaan lingkungan Wonosobo sebenarnya.
- Sasaran
Sasaran utama adalah
penduduk usia sekolah (4 – 30 tahun)
- Deskripsi Program
- Acara/ program inti yang perlu dilakukan adalah:1. Mewajibkan setiap sekolah agar memiliki kegiatan bersih lingkungan ataupun kegiatan yang mendukung penanaman rasa peduli terhadap lingkungan pada diri masing-masing siswa, baik kegiatan harian maupun mingguan/bulanan/tahunan. Sekaligus menyumbangkan beberapa perlatan kebersihan seperti sapu lidi, sapu ijuk, tempat sampah maupun alat kebersihan lainnya. Sebagai tindak lanjut penetapan kebijakan tersebut dilakukan monitoring terhadap kegiatan kebersihan yang sudah dilakukan di setiap sekolah dengan meminta laporan kegiatan kebersihan dari tiap sekolah maupun survei langsung secara berkala tiap bulan/tahun. Penetapan kebijakan dan monitoring ini dilakukan oleh dinas pemerintah yang terkait2. Observasi/ kunjungan yang dilakukan sekaligus memperkenalkan dan mengajak bergabung siswa (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Perguruan Tinggi) dari setiap sekolah yang berminat kedalam organisasi pecinta lingkungan yang sudah ada dan aktif. Memberikan sticker atau slogan-slogan yang mengajak untuk membuang sampah pada tempatnya.Kegiatan ini dapat dilakukan oleh petugas dinas terkait maupun organisasi lingkungan.
- Waktu pelaksanaan : Untuk penetapan kebijakan dilakukan pada
anggal
22 April ( Bertepatan dengan Hari Bumi ).
Untuk
sosialisasi/ observasi di beberapa
sekolah
dapat diakukan pada saat
menjelang liburan atau bulan-bulan tertentu seperti tahun
ajaran baru dan waktu tertentu
jauh sebelum Ujian Nasional maupun
sesudahnya.
- Tempat pelaksanaan : Di tiap sekolah dari tingkat TK, SD/MI,
SMP/MTs,
SMA/MA dan Perguruan tinggi
- Anggaran
1. Penerimaan
- NoUraianJumlah
1. DPU Rp 4.000.000,- 2 Sponsorship Rp 1.500.000,-3. Organisasi dan dinas terkait Rp 3.500.000,-
Jumlah Rp 9.000.000,-
2.Pengeluaran
- NoUraianJumlah
1. Upah tenaga kerj Rp 3.000.000,-2. Transport Rp 2.000.000,- 3. Brosur, slogan dan sticker Rp 1.000.000,- 4. Sapu dll Rp 3.000.000,-
Jumlah Rp 9.000.000,-
- Penutup
Masalah lingkungan
adalah suatu problema yang memerlukan pemecahan serius dan
berkelanjutan, rencana sehebat apapun tak akan bermanfat jika tidak
dilaksanakan sepenuh hati.
Demikian karya tulis
ini saya buat. Semoga bermanfaat dan memberikan suatu perubahan untuk
Wonosobo agar menjadi kota yang lebih ASRI lagi dan terimakasih atas
perhatian yang diberikan.